Di sebelah selatan kota Gubug atau ±
8 km ke arah kota Salatiga, terdapat
sebuah dusun bernama Kaliceret.
Dusun tersebut masuk wilayah desa
Mrisi kecamatan Tanggungharjo
Kabupaten Grobogan. Dusun yang
terletak di atas bukit kapur tersebut,
ternyata memiliki bangunan tua
peninggalan zaman pemerintah
kolonial Belanda dahulu. Wujud
bangunan tua tersebut, antara
lainberupa gereja Kristen, bangunan
bekas rumah sakit, dan juga bekas
bangunan kantor rumah sakit. Karena
letak ketiga bangunan yang saling
berdekatan, tampak mempunyai
keterkaitan misi dalam pengembangan
agama Kristen. Dapat dibayangkan
bahwa dusun Kaliceret yang sepi itu,
ternyata dulu pernah menjadi pusat
kegiatan keagamaan dan kemanusiaan
yang dilaksanakan oleh warga
Kristen.Seperti diceritakan dalam
kitab ”Babad Zending di Tanah Jawi”
karangan J.D. WOLTERBEEK, bahwa
gereja tersebut dibangun oleh
perkumpulan Salatiga Zending (S Z)
dalam misinya mengembangkan
agama Kristen di tanah Jawa.
Ditulisnya pula dengan menggunakan
bahasa Jawa sebagai berikut :
“………... Ing rikoe sampoen wonten
pasamoeanipun naliko
djoemenengipun pandito C.R.Kuhnen
ingkang djoemeneng pandito ing
Kalitjeret wiwit tahun 1892 doemoegi
1904 sarto ladjeng dados inspecteur
toewin directeur S.Z wonten ing
Utrecht ing negari Welandi. Ing
djadjahan Kalitjeret panditanipoen
lestantoen manggen wonten ing
doesoen Kalitjeret boten pindah ing
kita kradjaning djadjahanipoen inggih
poeniko kita Demak ………..
Sapengkeripoen pandita Kuhnen ing
Kalitjeret ingkang djoemeneng pandita
toewan H. Kabelitz. Djoemeneng ing
Kalitjeret dumugi ing tahoen
1927”.Dari tulisan itu dapat
dijelaskan, bahwa pada tahun 1892
pendeta C.R.Kuhnen diangkat menjadi
pendeta di Kaliceret. Saat itu di
Kaliceret sudah ada beberapa warga
yang memeluk agama Kristen, dan
sudah melaksanakan kegiatan
pertemuanjamaah setiap hari Minggu
pagi. Sebagai pemimpin jamaah
kadang pendeta yang datang dari
Salatiga, atau kadang dipimpin warga
setempat. Pada tahun 1904
C.R.Kuhnen diangkat menjadi
inspektur dan direktur pada S Z
(Salatiga Zending), yang terletak di
Ultrecht (sebuah kota di negara
Belanda). Selama menjadi pendeta di
wilayah Kaliceret, beliau tinggal di
dusun Kaliceret. Beliau tidak mau
bertempat tinggal di kota pusatwilayah
di Demak, karena ingin selalu dekat
dengan warganya. Sepeninggal
pendeta Kuhnen, yang bertugas
menjadi pendeta di Kaliceret adalah
tuan Kabelitz.Beliau melaksanakan
tugas sebagai pendeta di Kaliceret,
sampai tahun 1927. Kemungkinan
yang dimaksud pusat kota wilayah
dalam kitab Babat Zending di Tanah
Jawi tersebut, adalah pusat wilayah
agama Kristen dan bukan merupakan
pusat wilayah pemerintahan.
Demikian juga berdasarkan sekelumit
penjelasan dalam buku itu,
diperkirakan gereja Kristen, kantor
rumah sakit serta rumah sakit Kristen
yang ada di dusun Kaliceret didirikan
antara tahun 1904 sampai tahun 1927.
Adapun pelaksanaan pembangunan
dipimpin pendeta Kabelitz, dengan
mendapat bantuan dana dari SZ
(Salatiga Zending) di kota Ultrecht
Belanda yang dipimpin pendeta
C.R.Kuhnen. Hal tersebut bisa terjadi
karena pendeta C R. Kuhnen pernah
bertugas di wilayah kaliceret,
sehingga beliau tahu apa yang
dibutuhkan guna pengembangan
agama Kristen di daerah itu. Melihat
cukup lama pendeta Kabelitz bertugas
di wilayah dusun Kaliceret, sehingga
diperkirakan ketiga bangunan tersebut
didirikan secara berurutan. Adapun
yang didirikan pertama kali tentu
bangunan gereja Kristen, mengingat
sebagian besar penduduk dusun
Kaliceret adalah pemeluk agama
Kristen. Adapun sebagai tempat
pelaksanaan pasamuan (doa kebaktian
bersama) waktu itu berada di rumah
milik penduduk, sehingga dibutuhkan
sebuah gereja. Dengan kebutuhan itu,
maka pembangunan gereja tersebut
dilaksanakan.Karena sebagai salah
satu misi agama Kristen waktu itu
juga dalam bidang kesehatan, maka di
dusun Kaliceret didirikan polikliniek
yang akhirnya dapat berkembang
menjadi rumah sakit. Setelahrumah
sakit tersebut berdiri, barulah
dibangun kantor rumah sakit yang
terletak di depannya. Seperti
dijelaskan dalam kitab Babad Zending
di Tanah Jawi, bahwa pada awalnya
para pendeta itulah yang mengobati
warganya yang menderita sakit.
Tetapi pada sekitar tahun 1903
Kabupaten Demak dan Grobogan
terjangkit wabah penyakit, sehingga
pendeta tidak mampu lagi menangani
para pasien yang banyak berobat
kepadanya. Atas bantuan dari Salatiga
Zending maka di Kaliceret didirikan
poliklinik, serta dikirim pula mantri
verpleegster dan vroedvrouw
(sekarang perawat kesehatan) ke
daerah itu. Dengan semakin
banyaknya pasien yang memerlukan
rawat inap, maka dibangun beberapa
bangsal untuk merawat orang sakit.
Akhirnya poliklinik itu berkembang
menjadi sebuah rumah sakit, dengan
diberi nama”Pitoeloengan”.Adapun
nama tersebut disesuaikan dengan
nama rumah sakit Kristen, yang telah
didirikan oleh perkumpulan Zending di
kota Semarang, Purwodadi atau di
Demak. Rumah sakit dikota tersebut,
akhirnya diambil alih pemerintah dan
menjadi Rumah Sakit Umum setelah
Indonesia merdeka.Rumah sakit
Kristen di dusun Kaliceret waktu itu
cukup besar, dan banyak dikunjungi
masyarakat yang berobat
ataumelakukan rawat inap. Ternyata
pengunjung rumah sakit tersebut tidak
hanya khusus bagi warga beragama
Kristen saja, tetapi juga banyak pasien
beragama lain yang datang berobat.
Dengan demikian rumah sakit Kristen
tersebut adalah bersifat umum, dan
tidak membeda-bedakanpada umat
beragamalain. Rumah sakit tersebut
dipimpin seorang dokter Belanda, yang
hanya pada hari-hari tertentu berada
di rumah sakit tersebut. Untuk hari-
hari biasa rumah sakit tersebut
dilayani seorang mantri polikliniek,
dengan dibantu oleh zuster.Perjalanan
rumah sakit Kristen di dusun Kaliceret
cukup lama juga, hingga sampaipada
pemerintahan negara Indonesia.
Adapun pasien di rumah sakit itu, ada
yang berasal dari wilayah Kawedanan
Singenkidul, dan ada pula yang
berasal dari wilayah Kota Praja
Salatiga bagian Utara. Pada waktu
dulu cara mengangkutpasien menuju
ke rumah sakit, menggunakan alat
yang sederhana sekali. Pasien
diangkat menggunakan kursi atau
tempat tidur kecil, kemudian dipikul
oleh empat orang. Keluarga atau famili
berjalan di belakang, dengan
membawa tikar atau beberapa potong
pakaian ganti.Sebelum tahun 1960-an,
rumah sakit tersebut masih menerima
pasien rawat inap. Tetapi setelah
tahun 1960, rumah sakit Kristen di
Kaliceret itu tidak lagi menerima
pasien rawat inap lagi. Tidak jelas
mengapa hal itu dapat terjadi, karena
sejak itu ruangan sebagai tempat
rawat inap menjadi kosong.Sekitar
tahun 1973, sebagian bangunan
bangsal bekas rumah sakit di dusun
kaliceret dirobohkan oleh Panitia
Pembangunan Rumah sakit Kristen di
kota Purwodadi. Hal tersebut
dilakukan, karena kayunya digunakan
membangun rumah sakit Yayasan
Kristen Untuk Kesehatan Umum
(Yakkum) yang akan didirikan di kota
Purwodadi. Setelah bangunan rumah
sakit Yakkum di kota Purwodadi
selesai dikerjakan, Panitia
Pembangunan memberinya nama
RumahSakit Panti Rahayu. Rumah
sakit YakkumPurwodadi sekarang
sangat menjadi terkenal di Kabupaten
Grobogan, yang mungkin hampir sama
terkenalnya dengan rumah sakit
”Pitoeloengan” Kaliceret waktu
dulu.Bekas bangunan kantor rumah
sakit Kristen di dusun Kaliceret,
terletak berhadapan dengan bangunan
rumah sakit atau disebelah utara
bangunan gereja Kristen. Seluruh
bangunan kantor terbuat dari kayu jati,
dengan bentuk bangunan yang bergaya
khas Eropa. Sebagai ciri dari bentuk
bangunan ala Barat tersebut, antara
lain memiliki pintu dan daun jendela
yang tinggi. Dulu bangunan kantor itu
selain digunakan sebagai kantor
rumah sakit, juga digunakan sebagai
tempat tinggal pendeta yang
melaksanakan tugas disana. Sebagai
upaya dari misi Zending untuk
mengembangkan agama Kristen di
daerah Kaliceret, ternyata dapat
berjalan dengan cukup baik. Hal
tersebut terbukti dengan dapat
berkembangnya agama Kristen di desa
Ringinharjo dan Ringinkidul, yang
masih dalam wilayah Asistenan
Gubug. Karena melihat perkembangan
agama Kristen di dua desa itu cukup
baik, maka dengan mendapatkan
bantuan dana dari perkumpulan
Zending didirikan sebuah gereja
Kristen. Adapun gereja Kristen itu
didirikan di desa Ringinkidul, yang
diberi nama gereja ”Tempurung”.
9/10/2015
RIWAYAT GEREJA KRISTEN KALICERET
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kalau tak nsalah ada 2buah gereja Kristen di Kaliceret yang letaknya saling berseberangan.
BalasHapusWaw nice info.. 😊
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLho, tulisan saya sampai disini
BalasHapus